Home » » Apa itu Hak Ulayat?

Apa itu Hak Ulayat?



Apa itu Hak Ulayat? Hak Ulayat diatur dalam pasal 3 yang bunyinya sebagai berikut: “Dengan mengingat ketentuan-ketentuan dalam pasal 1 dan 2, pelaksanaan hak ulayat dan hak-hak yang serupa dari masyarakat – masyrakat hukum adat, sepanjang menurut kenyataannya masih ada, harus sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kepentingan nasional dan Negara, yang berdasar atas persatuan bangsa serta tidak boleh betentangan dengan undang-undang dan peraturan – peraturan lain yang lebih tinggi.”


Prof. Boedi Harsono dalam bukunya tentang Hukum Agraria Indonesia Jilid 1,  Hak ulayat memiliki ketentuan – ketentuan pokok, ketentuan pokoknya adalah sebagai berikut:

      1.    Sebutan dan isinya

Hak ulayat adalah nama yang diberikan para ahli hukum pada lembaga hukum dan hukum konkret antara masyarakat – masyarakat hukum adat dengan tanah dalam wilayahnya, yang di sebut tanah ulayat. Hak ulayat ini memiliki 2 unsur, yaitu unsur kepunyaan yang termasuk bidang hukum perdata dan unsur tugas kewenangan untuk mengatur penguasaan dan memimpin penggunaan tanah bersama, yang termasuk bidang hukum publik.

2.    Pemegang haknya

Pemegang hak ulayat adalah masyarakat hukum adat yang tinggal di wilayah atau daerah yang disebut sebagai tanah ulayat itu. Ada yang teritorial, karena warganya bertempat tinggal di wilayah yang sama.

3.  Tanah yang dihaki

Yang menjadi objek Hak Ulayat adalah semua tanah dalam wilayah masyarakat hukum adat teritorial yang bersangkutan. Tidak selalu mudah untuk mengetahui secara pasti batas-batas tanah ulayat suatu masyarakat adat teritorial.

 4.  Terciptanya hak ulayat

Terciptanya hak ulayat ini sobat daun dimulai pada masa nenek moyang atau sesuatu kekuatan gaib, pada waktu meninggalkan atau menganugerahkan tanah yang bersangkutan kepada orang-orang yang merupakan kelompok tertetu. Hak ulayat sebagai lembaga hukum sudah ada sebelumnya, karena masyarakat hukum adat yang bersangkutan bukan satu-satunya yang mempunyai hak ulayat.
Bagi suatu masyarakat hukum adat tertentu, hak ulayat bisa tercipta karena pemisahan dari masyarakat hukum adat induknya, sehingga mereka menjadi masyarakat hukum adat yang mandiri, dengan sebagian wilayah induknya sebagai tanah ulayatnya.

       5.   Hak ulayat dalam hukum tanah nasional

Nah ini yang terakhir sobat, dan tentunya kita bertanya-tanya eksistensi dari hak ulayat, apakah hak ulayat ini berlaku dalam hukum tanah nasional? Hak ulayat diakui eksistensinya bagi suatu masyarakat hukum adat tertentu sepanjang menurut kenyataannya masih ada sobat. Untuk mengetahuinya bisa dilihat atau di ketahui dari kegiatan kepala adat dan para Tetua adat yang masih diakui sebagai orang yang mengemban tugas wewenang untuk mengatur penguasaan dan memimpin penggunaan tanah ulayat. Meskipun diakui , tentunya dibatasi pelaksanaannya. Dalam artian tentunya harus sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kepentingan nasional dan Negara, yang berdasarkan rasa persatuan dan tidak boleh beretentangan dengan Undang- Undang yang lebih tinggi. 
Hak ulayat yang pada kenyataanya tidak ada lagi, tidak akan dihidupkan kembali. juga tidak akan diciptakan hak ulayat baru. untuk sekarang ini, kekuatan hak ulayat semakain berkurang, hal ini disebabkan karena dengan menjadi kuatnya hak pribadi para warga atau anggota masyarakat hukum adat yang bersangkutan atas bagian-bagian tanah ulayat yang dikuasainya. Oleh karena itu hak ulayat yang masih ada dibiarkan tetap berlangsung menurut hukum adat setempat.


Demikian informasi yang dapat kami berikan sobat daun semoga informasi yang kami berikan bermanfaat bagi teman-teman sekalian.

Thanks for reading Apa itu Hak Ulayat?

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 comments:

Post a Comment