Home » » Apa saja pembuktian khusus dalam sengketa perkawinan?

Apa saja pembuktian khusus dalam sengketa perkawinan?


Didalam UU No. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama memuat pembuktian yang secara khusus tentang sengketa perkawinan, yaitu:
       

                   1.   Pembuktian dalam hal cerai talak (pasal 70)

Jika kedua belah pihak tidak dapat didamaikan maka pengadilan berkesimpulan bahwa permohonan tersebut dikabulkan. Pada sidang tersebut si suami atau di wakilkan oleh kuasa hukumnya mengucapkan ikrar talak yang di hadiri oleh istri atau kuasanya. Jika istri atau kuasanya tidak hadir maka , suami atau wakilnya dapat mengucapkan ikrar  talak di persidangan. Dan jika dalam waktu 6 bulan sejak mentapkan hari sidang penyaksian ikrar talak , suami tau wakilnya tidak hadir maka gugurlah kekuatan penetapan tesebut, dan perceraian tidak dapat diajukan lagi berdasarkan alasan yang sama.

                2. Pembuktian dalam gugatan perceraian didasarkan atas alasan salah satu pihak mendapat pidana penjara (pasal 74).

Apabila gugatan perceraian didasarkan atas alasan salah satu pihak mendapat pidana penjara, maka untuk memperoleh putusan perceraian , sebagai bukti penggugat cukup menyampaikan salinan putusan pengadilan yang berwenang yang memutuskan perkara disertai keterangan yang menyatakan bahwa putusan itu telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

       3.   Pembuktian dalam gugatan perceraian didasarkan atas alasan tergugat mendapat cacat badan atau penyakit (pasal 75)

Apabila gugatan perceraian didasarkan atas alasan bahwa tergugat mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat suami tidak dapat bekerja atau menjalankan kewajibannya sebagai suami, maka Hakim dapat memerintahkan tergugat untuk memeriksakan diri kepada dokter, dan jika setelah di periksa oleh dokter memang benar penyakit yang di derita oleh suami tadi berakibat tidak bisa melakukan kewajibannya sebagai suami maka keterangan dari dokter tadi dapat dijadikan sebagai bukti dalam memperoleh putusan perceraian.

     4. Pembuktian dalam gugatan didasarkan atas alasan syiqaq        (pasal 76).

Apa itu syiqaq? Syiqaq adalah perselisihan yang tajam dan terus menerus antara suami dan isteri. Untuk mendapatkan putusan perceraian harus didengar keterangan saksi-saksi yang berasal dari keluarga atau orang –orang yang dekat dengan suami ataupun isteri.  Setelah mendengar keterangan dari saksi –saksi yang berasal dari keluarga atau orang –orang yang berasal dari kedua belah pihak maka pengadilan mengangkat seseorang atau lebih dari mereka untuk dijadikan hakim. Tujuan diangkatnya menjadi hakim adalah untuk mencari upaya penyelesaian perselisihan terhadap syiqaq

        5.  Pembuktian dalam gugatan perceraian didasarkan atas alasan zina (pasal 87).

Apabila permohonan atau gugatan cerai diajukan atas alasan salah satu pihak melakukan zina , sedangkan pemohon atau penggugat tidak dapat melengkapi bukti-bukti dan termohon atau tergugat menyanggah alasan tersebut, dan hakim berpendapat bahwa permohonan atau gugatan itu bukan tiada pembuktian sama  sekali serta upaya peneguhan alat bukti tidak mungkin lagi diperoleh baik dari pemohon atau penggugat maupun dari termohon atau tergugat, maka hakim karena jabatannya dapat menyuruh pemohon atau penggugat untuk bersumpah. Pihak termohon atau tergugat diberi kesempatan pula untuk meneguhkan sanggahannya dengan cara yang sama. Hal ini biasanya dilakukan berkaitan dengan sumpah li’an, yaitu sumpah yang dilakukan oleh suami di persidangan disebabkan karena si isteri di tuduh melakukan zina dan suami tidak bisa menghadirkan 4 orang saksi.


Demikian informasi yang dapat kami berikan sobat daun semoga bermanfaat bagi teman –teman sekalian.
Thanks for reading Apa saja pembuktian khusus dalam sengketa perkawinan?

Newest
Next »
Next Post »

0 comments:

Post a Comment