Home » » Perbedaan Penyelidikan dengan Penyidikan

Perbedaan Penyelidikan dengan Penyidikan



Apa itu penyelidikan? KUHAP pasal 1 angka 5 jo Undang – Undang RI No. 2 Tahun 2002 pasal 1 angka 9 tentang Kepolisian  memberikan definisi penyelidikan sebagai berikut : “ penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam Undang-Undang ini.” Apakah penyelidikan ini sama dengan resese? Di dalam organisasi kepolisian justru istilah reserse ini dipakai. Tugasnya terutama tentang penerimaan laporan dan pengaturan serta menyetop orang yang dicurigai untuk di periksa. Jadi, berarti penyelidikan ini tindakan untuk mendahului penyidikan. Dan orang yang melakukan tugas penyelidikan di sebut sebagai penyelidik, sesuai KUHAP pasal 1 angka 5 jo Undang – undang No. 2 tahun 2002 tentang kepolisian pasal 1 angka 8 yaitu “ penyelidik adalah pejabat polisi Negara republik Indonesia yang di beri wewenang oleh undang-undang ini untuk melakukan penyelidikan”.
Dalam  rangka  penyelidikan,  penyelidik  mempunyai wewenang sebagai-mana ditentukan dalam Pasal 5 KUHAP, yaitu:
a.        karena kewajibannya mempunyai wewenang :
1.      menerima laporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya  tindak pidana;

2.      mencari keterangan dan barang bukti;
3.      menyuruh berhenti seorang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri;
4.      mengadakan  tindakan  lain  menurut  hukum  yang bertanggung-jawab .
b.       atas perintah penyidik dapat melakukan tindakan berupa :
1.      penangkapan,  larangan  meninggalkan  tempat,  penggeledahan   dan penahanan;
2.      pemeriksaan dan penyitaan surat;
3.      mengambil sidik jari dan memotret seorang;

4.      membawa dan menghadapkan seorang pada penyidik.

Bagaimana dengan penyidikan? menurut Pasal 1 angka 1 KUHAP jo Pasal 1 angka 10 Undang-undang  RI  No.  2  Tahun  2002  tentang  Kepolisian Negara R.I, bahwa yang dimaksud dengan penyidikan adalah ”Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari  serta  mengumpulkan  bukti  yang  dengan  bukti  itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya”. Nah jadi yang bertugas melakukan penyidikan adalah penyidik sesuai Menurut Pasal 1 angka 1 KUHAP jo Pasal 1 angka 10 Undang-undang  RI  No.  2  Tahun  2002  tentang  Kepolisian Negara R.I, bahwa yang dimaksud dengan penyidik adalah ”Pejabat  polisi  negara  Republik Indonesia  atau  pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan”, demikian pula menurut Pasal 6 KUHAP, bahwa penyidik adalah :
a.        pejabat polisi negara Republik Indonesia;
b.       pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang.
Jadi penyidik selain polisi negara Republik Indonesia, juga pegawai negeri sipil yang telah diberi wewenang khusus oleh undang-undang sebagai penyidik.
Kalau di dalam bahasa Belanda penyidikan ini sama dengan opsporing. Menurut de pinto, menyidik (opsporing) berarti “ pemeriksaan permulaan oleh pejabat – pejabat yang untuk itu di tunjuk oleh Undang-Undang segera setelah mereka dengan jalan apa pun mendengar kabar yang sekadar beralasan, bahwa ada terjadi sesuatu pelanggaran hukum”

 Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) KUHAP, bahwa penyidik karena  kewajiban mempunyai wewenang, yaitu:
a.      Menerima laporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana;
b.      Melakukan tindakan pertama pada saat di tempat kejadian;
c.       Menyuruh berhenti seorang tersangka dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka;
d.     Melakukan  penangkapan,  penahanan,  penggeledahan  dan penyitaan;
e.      Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat;
f.        Mengambil sidik jari dan memotret seorang;
g.      Memanggil  orang  untuk  didengar  dan  diperiksa  sebagai tersangka atau saksi;
h.      Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara;
i.        Mengadakan penghentian penyidikan;
j.        Mengadakan tindakan hlain menurut hukum yang bertanggung- jawab.

Jadi yang menjadi perbedaannya, penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk menemukan suatu tindak pidana sedangkan penyidikan adalah tindakan penyidik untuk mencari bukti guna menemukan tersangkanya. Bisa dibilang proses penyelidikan dahulu kemudian baru dilanjutkan dengan proses penyidikan.

Bagaimana sobat daun, apakah sudah tau  perbedaan penyelidik dan penyidik?
Semoga  bermanfaat bagi teman-teman sekalian.
Salam.






Thanks for reading Perbedaan Penyelidikan dengan Penyidikan

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 comments:

Post a Comment